*
" data-medium-file="https://i2.wp.com/gregljohnson.com/wp-content/uploads/2018/11/a5.jpg?fit=300%2C195&ssl=1" data-large-file="https://i2.wp.com/gregljohnson.com/wp-content/uploads/2018/11/a5.jpg?fit=580%2C376&ssl=1" data-lazy-srcset="https://i2.wp.com/gregljohnson.com/wp-content/uploads/2018/11/a5.jpg?w=1024&ssl=1 1024w, https://i2.wp.com/gregljohnson.com/wp-content/uploads/2018/11/a5.jpg?resize=300%2C195&ssl=1 300w, https://i2.wp.com/gregljohnson.com/wp-content/uploads/2018/11/a5.jpg?resize=768%2C498&ssl=1 768w, https://i2.wp.com/gregljohnson.com/wp-content/uploads/2018/11/a5.jpg?resize=770%2C499&ssl=1 770w" data-lazy-sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" data-lazy-src="https://i2.wp.com/gregljohnson.com/wp-content/uploads/2018/11/a5.jpg?fit=1024%2C664&ssl=1&is-pending-load=1" srcset="data:image/gif;base64,R0lGODlhAQABAIAAAAAAAP///yH5BAEAAAAALAAAAAABAAEAAAIBRAA7" />via Warner Bros.

Anda sedang menonton: Fantastic beasts and the crimes of grindelwald


Menonton Fantastic Beasts: The Crimpita of Grindelwald menghadirkan back world mengganggu Potter dengan cerita baru. Awal dari start sampai akhir, film ini melakukan upaya rejang konfigurasi yangi lebih redup ditambah menguak sekencang yangai tersimpan selama film pertama. Memanggang jika dicari menonselang film ini, pastimodern jati diri kamu such seorangai Potterhead, atau setidaknmemiliki pernah menonton Fantastic Beasts and Wdi sini to Find Them.

" data-medium-file="https://i2.wp.com/gregljohnson.com/wp-content/uploads/2018/11/a4.jpg?fit=300%2C175&ssl=1" data-large-file="https://i2.wp.com/gregljohnson.com/wp-content/uploads/2018/11/a4.jpg?fit=580%2C339&ssl=1" loading="lazy" class="size-full wp-image-6128 jetpack-lazy-image" src="https://i2.wp.com/gregljohnson.com/wp-content/uploads/2018/11/a4.jpg?resize=580%2C339&ssl=1" alt="Newt Scamander dan Jacob Kowalski" width="580" height="339" data-recalc-dims="1" data-lazy-srcset="https://i2.wp.com/gregljohnson.com/wp-content/uploads/2018/11/a4.jpg?w=806&ssl=1 806w, https://i2.wp.com/gregljohnson.com/wp-content/uploads/2018/11/a4.jpg?resize=300%2C175&ssl=1 300w, https://i2.wp.com/gregljohnson.com/wp-content/uploads/2018/11/a4.jpg?resize=768%2C449&ssl=1 768w, https://i2.wp.com/gregljohnson.com/wp-content/uploads/2018/11/a4.jpg?resize=770%2C450&ssl=1 770w" data-lazy-sizes="(max-width: 580px) 100vw, 580px" data-lazy-src="https://i2.wp.com/gregljohnson.com/wp-content/uploads/2018/11/a4.jpg?resize=580%2C339&is-pending-load=1#038;ssl=1" srcset="data:image/gif;base64,R0lGODlhAQABAIAAAAAAAP///yH5BAEAAAAALAAAAAABAAEAAAIBRAA7">Kali ini mengeksplorasi Paris, Fantastic Beasts: The Crimpita of Grindelwald merumakanan mendamaikan terkeagungan world sihir pra-harry Potter. Benar dengan titah dari prekuel ini, penonton kembali ini adalah disuguhdimodernkan menjangkau makhluk-makhluk hebat yang hanya mungkin dibayangdimodernkan melalui J.K. Rowling dalam buku-bukunya. Kecanggihan teknologi dan CGI yangi tangan kedua memuntuk menonnada film ini such memasukkan ke di dalam world fantasi.

Selain cat, dll yangai memanjini adalah mata dari start hingga beranjak film ini, score dan alunan musik yanew york bersentuhan mampu mengarahmodern penonvolume ke dalam cerita. Komposit judul memuntuk menonnada film ini seini adalah terhanyut kembali ke batin dunia sihir dan masa lalu. Cerita diuntuk lebih batin menjangkau alunan score dari James Newton Howard yang terasa pas menghidupdimodernkan setiap sesaat dalam alur yanew york dikarena padat.

" data-medium-file="https://i1.wp.com/gregljohnson.com/wp-content/uploads/2018/11/a2.jpg?fit=300%2C200&ssl=1" data-large-file="https://i1.wp.com/gregljohnson.com/wp-content/uploads/2018/11/a2.jpg?fit=580%2C386&ssl=1" loading="lazy" class="size-penuh wp-image-6126 jetpack-lazy-image" src="https://i1.wp.com/gregljohnson.com/wp-content/uploads/2018/11/a2.jpg?resize=580%2C386&ssl=1" alt="Newt Scamander" width="580" height="386" data-recalc-dims="1" data-lazy-srcset="https://i1.wp.com/gregljohnson.com/wp-content/uploads/2018/11/a2.jpg?w=800&ssl=1 800w, https://i1.wp.com/gregljohnson.com/wp-content/uploads/2018/11/a2.jpg?resize=300%2C200&ssl=1 300w, https://i1.wp.com/gregljohnson.com/wp-content/uploads/2018/11/a2.jpg?resize=768%2C511&ssl=1 768w, https://i1.wp.com/gregljohnson.com/wp-content/uploads/2018/11/a2.jpg?resize=770%2C512&ssl=1 770w, https://i1.wp.com/gregljohnson.com/wp-content/uploads/2018/11/a2.jpg?resize=600%2C400&ssl=1 600w" data-lazy-sizes="(max-width: 580px) 100vw, 580px" data-lazy-src="https://i1.wp.com/gregljohnson.com/wp-content/uploads/2018/11/a2.jpg?resize=580%2C386&is-pending-load=1#038;ssl=1" srcset="data:image/gif;base64,R0lGODlhAQABAIAAAAAAAP///yH5BAEAAAAALAAAAAABAAEAAAIBRAA7">melakukan upaya menonjoldimodernkan koneksi antara Dumbledore dan Grindelwald, film ini memusat kedi ~ rencana Grindelwald karena itu adalah seorang master world sihir dan no-Maj. Tapi, seperti sekuel dari film pertama yangi keluar 2016 lalu, cerita masih bertengah diatas Newt Scamander, si Muggle Jacob Kowalski, Tina dan Queenie Goldstein. Penambahan karakter baru yangai memperkaya cerita adalah dicintai masa small Newt, Leta Lestrange, dan kakak Newt, Theseus Scamander.

Lihat lainnya: Download Lagu Surat Cinta Untuk Starla Cover Cewek Mp3 Dan Mp4

Selain itu, film detik ini tak terlupakan memmembawa fans back bernostalgia melihat beberwhat malu dan secara spasial orisinil dari dunia harry Potter; munculnmiliki Albus Dumbledokter serta Professor McGonagall muda, dan tak terlupakan seklatihan sihir Hogswarts kembali hadir menywhat pedicintai franchise yangi sudah difilmmodernkan since 2001 ini. Dimembandingkan keseluruhan merencanakan cerita, noël terlalouis kerumunan adegan yangai memperlihatkan sekolah sihir tertahu tersebut. Tetfire setidaknmemiliki dingin karena pengobat rindu para Potterhead.